Efek Imunisasi Usai Menyelesaikan Jadwal Vaksin Anak

Vaksin melindungi anak Anda dari penyakit serius seperti polio, campak, dan batuk rejan. Akan tetapi seperti semua obat pada umumnya, obat-obatan yang dimasukan melalui vaksin terkadang dapat menimbulkan efek samping. Sebagian besar, reaksi ini normal dan tidak berbahaya. Oleh karena itu, sebelum membuatkan jadwal vaksin anak ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal ini, supaya tidak panik ketika efek tersebut dialami oleh sang buah hati.

Reaksi normal terhadap vaksin

Obat-obatan ini dibuat dengan menggunakan bagian-bagian dari penyakit yang mereka lindungi dari anak, tetapi vaksin tidak menyebabkan penyakit itu sendiri. Vaksin akan memberitahu tubuh anak untuk membuat protein darah yang disebut antibodi untuk melawan penyakit tersebut. Misalnya, setelah vaksin batuk rejan, jika anak Anda terkena penyakit yang sebenarnya, tubuh mereka akan mengenalinya dan memiliki alat yang tepat untuk menyerangnya.

Reaksi ringan setelah vaksin menunjukkan bahwa vaksin itu berhasil. Gejala-gejala ini adalah tanda bahwa tubuh anak Anda sedang membuat antibodi baru. Biasanya, reaksi ini hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Efek paling umum yang mungkin Anda lihat meliputi:

– Kemerahan di lokasi suntikan

– Sedikit bengkak pada bekas suntikan

– Menjadi sangat rewel

– Demam ringan

– Sulit tidur

Terkadang vaksin DTaP dan pneumokokus dapat menyebabkan reaksi lain, seperti:

– Pembengkakan seluruh kaki atau lengan

Reaksi yang kurang umum meliputi:

– Muntah

– Kantuk

– Kehilangan selera makan

Ini juga merupakan efek samping normal yang akan hilang tanpa perawatan apa pun.

Efek samping imunisasi yang jarang atau hampir tidak pernah terjadi

Ada kemungkinan yang sangat kecil untuk mengalami reaksi serius setelah imunisasi. Reaksi serius adalah gejala atau tanda yang tidak diinginkan dan tidak terduga terkait dengan imunisasi. Inilah sebabnya mengapa Anda disarankan untuk tinggal di klinik atau rumah sakit setidaknya 15 menit setelah menerima vaksin jika diperlukan perawatan lebih lanjut.

Contoh reaksi yang jarang atau jarang terjadi adalah:

Anafilaksis

Reaksi alergi langsung. Kondisi ini sangat dramatis tetapi jarang terjadi (kurang dari satu dari satu juta orang akan mengalami anafilaksis setelah vaksinasi), dan ini sepenuhnya dapat dibalik jika diobati dengan cepat.

Kejang demam

Kejang ini biasanya berlangsung satu atau dua menit. Kondisi ini bisa menakutkan dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen atau memiliki efek yang bertahan lama. Hal ini disebabkan ketika demam anak naik dengan cepat.

Penyumbatan usus (intususepsi)

Kondisi ini terjadi dalam tujuh hari setelah dosis pertama dan kedua vaksin rotavirus. Ini adalah efek samping yang jarang terjadi pada sekitar 1 dari 17.000 bayi. Jika ada reaksi lain yang parah dan terus-menerus, sebaiknya segera hubungi dokter setelah menyelesaikan jadwal vaksin anak.

Segera hubungi dokter jika

Anak Anda alergi terhadap vaksin tertentu, Anda akan melihat tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Biasanya, reaksi ini terjadi dengan cepat setelah vaksin, dalam beberapa menit atau jam.

Aturan praktis yang baik adalah memperhatikan apa pun yang tampaknya tidak biasa, seperti perubahan suasana hati atau perilaku, demam tinggi, atau kelemahan. Reaksi parah jarang terjadi. Hanya 1 dari 1 juta anak yang memilikinya. Namun, penting untuk mengetahui gejala apa yang perlu diketahui dokter Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan bantuan untuk anak Anda.

Beberapa tanda khusus yang harus Anda perhatikan dan waspadai meliputi:

– Masalah pernapasan seperti mengi

– Suara serak

– Gatal-gatal

– Wajah pucat

– Mudah lemas

– Detak jantung cepat

– Pusing

– Pembengkakan di wajah atau tenggorokan

– Demam lebih dari 105ยบ F

– Kejang

Tanda lain adalah jika bayi atau anak Anda menangis tak terkendali selama 3 jam atau lebih. Dalam kasus yang sangat jarang, beberapa vaksin dapat menyebabkan koma, kejang jangka panjang, atau kerusakan otak permanen. Akan tetapi hal ini sangat jarang terjadi atau hampir tidak pernah. Jadi, jangan ragu untuk segera melakukan jadwal vaksin anak supaya antibodinya terbentuk dan melindunginya dari berbagai macam penyakit.

Endoskopi RS St. Carolus

Tahukah Anda sebuah prosedur medis yang disebut endoskopi? Anda bisa mendapatkan prosedur ini di RS St. Carolus. Endoskopi sendiri adalah prosedur memasukkan tabung tipis dan panjang secara langsung ke dalam tubuh untuk memeriksa organ atau jaringan tubuh bagian dalam dengan lebih detail. Endoksopi juga dapat digunakan untuk melakukan berbagai macam hal lain, seperti prosedur pencitraan dan operasi minor. Endoskopi merupakan sebuah prosedur invasif minimal dan dapat dimasukkan lewat bukaan tubuh seperti mulut dan dubur.

Selain bukaan tubuh yang telah tersedia, prosedur endoskopi RS St. Carolus juga bisa memasukkan alat endoskopi lewat sayatan kecil di lutut ataupun perut. Operasi yang dilakukan lewat sayatan kecil dan dibantu dengan alat khusus seperti endoscope dikenal dengan sebutan operasi lubang kunci. Kareana endoskopi modern relatif memiliki sedikit risiko, dapat memberikan gambar yang baik dan detail, serta cepat dilakukan, prosedur ini dianggap dan terbukti sangat bermanfaat di banyak ruang lingkup dunia kesehatan. Saat ini, puluhan juta prosedur endoskopi dilakukan setiap tahunnya. 

Mengapa Anda perlu endoskopi?

Dokter sering merekomendasikan endoskopi untuk melakukan evaluasi apabila Anda menderita nyeri lambung atau perut, kesulitan menelan, pendarahan saluran pencernaan, konstipasi atau diare, dan polip atau pertumbuhan di usus. Sebagai tambahan, dokter RS St. Carolus dapat menggunakan sebuah endoscope untuk melakukan biopsy (pengambilan jaringan) untuk mencari adanya suatu penyakit. Endoskopi juga dapat digunakan untuk merawat gangguan saluran pencernaan. Misalnya, endoscope tida hanya akan mendeteksi pendarahan aktif dari sebuah bisul atau borok, namun alat khusus dapat dimasukkan lewat endoscope untuk menghentikan pendarahan tersebut. Di usus, polip dapat diangkat lewat scope untuk mencegah perkembangan kanker usus. Selain itu, pada saat ERCP, batu empedu yang telah keluar dari kantong empedu dan masuk ke dalam saluran empedu dapat diangkat. 

Risiko dan efek samping

Endoskopi RS St. Carolus merupakan sebuah prosedur yang relatif aman. Namun ada risiko tertentu yang terlibat. Risiko tersebut akan bergantung pada daerah mana yang mendapatkan pemeriksaan. Risiko dari endoskopi di antaranya adalah pembiusan berlebih (meskipun pengguaan obat bius biasanya tidak selalu dibutuhkan), merasa kembung selama beberapa saat setelah prosedur berlangsung, kram ringan, mati rasa pada bagian tenggorokan karena penggunaan obat bius lokal, infeksi pada daerah yang diperiksa (hal ini biasanya terjadi apabila prosedur tambahan dilakukan di saat yang bersamaan. Infeksi biasanya bersifat ringan dan dapat diobati menggunakan antibiotik), rasa nyeri di daerah yang mendapatkan endoskopi, perforasi atau robekan pada lapisan lambung atau kerongkongan (jarang terjadi. Dan hanya terjadi pada 1 dari 2500 hingga 11000 kasus), pendarahan bagian dalam (biasanya bersifat minor dan dapat diobati dengan katerisasi endoskopi) serta komplikasi yang berhubungan dengan kondisi yang sedang diderita. 

Hubungi dokter segera apabila Anda menderita gejala seperti kotoran yang berwarna gelap, sesak napas, rasa nyeri pada bagian perut dan terus menerus terjadi, nyeri dada, dan muntah darah seusai Anda mendapatkan endoskopi. Masa pemulihan akan bergantung pada jenis prosedur endoskopi yang Anda dapatkan di RS St. Carolus. Seseorang diminta untuk tidak bekerja atau mengemudi pada hari tersebut seusai endoskopi dilakukan, karena efek obat bius yang digunakan untuk mencegah rasa nyeri. Anda juga bisa merasa nyeri, radang tenggorokan, dan rasa kembung, namun gejala tersebut akan hilang dengan cepat tanpa pengobatan khusus.