Endoskopi RS St. Carolus

Tahukah Anda sebuah prosedur medis yang disebut endoskopi? Anda bisa mendapatkan prosedur ini di RS St. Carolus. Endoskopi sendiri adalah prosedur memasukkan tabung tipis dan panjang secara langsung ke dalam tubuh untuk memeriksa organ atau jaringan tubuh bagian dalam dengan lebih detail. Endoksopi juga dapat digunakan untuk melakukan berbagai macam hal lain, seperti prosedur pencitraan dan operasi minor. Endoskopi merupakan sebuah prosedur invasif minimal dan dapat dimasukkan lewat bukaan tubuh seperti mulut dan dubur.

Selain bukaan tubuh yang telah tersedia, prosedur endoskopi RS St. Carolus juga bisa memasukkan alat endoskopi lewat sayatan kecil di lutut ataupun perut. Operasi yang dilakukan lewat sayatan kecil dan dibantu dengan alat khusus seperti endoscope dikenal dengan sebutan operasi lubang kunci. Kareana endoskopi modern relatif memiliki sedikit risiko, dapat memberikan gambar yang baik dan detail, serta cepat dilakukan, prosedur ini dianggap dan terbukti sangat bermanfaat di banyak ruang lingkup dunia kesehatan. Saat ini, puluhan juta prosedur endoskopi dilakukan setiap tahunnya. 

Mengapa Anda perlu endoskopi?

Dokter sering merekomendasikan endoskopi untuk melakukan evaluasi apabila Anda menderita nyeri lambung atau perut, kesulitan menelan, pendarahan saluran pencernaan, konstipasi atau diare, dan polip atau pertumbuhan di usus. Sebagai tambahan, dokter RS St. Carolus dapat menggunakan sebuah endoscope untuk melakukan biopsy (pengambilan jaringan) untuk mencari adanya suatu penyakit. Endoskopi juga dapat digunakan untuk merawat gangguan saluran pencernaan. Misalnya, endoscope tida hanya akan mendeteksi pendarahan aktif dari sebuah bisul atau borok, namun alat khusus dapat dimasukkan lewat endoscope untuk menghentikan pendarahan tersebut. Di usus, polip dapat diangkat lewat scope untuk mencegah perkembangan kanker usus. Selain itu, pada saat ERCP, batu empedu yang telah keluar dari kantong empedu dan masuk ke dalam saluran empedu dapat diangkat. 

Risiko dan efek samping

Endoskopi RS St. Carolus merupakan sebuah prosedur yang relatif aman. Namun ada risiko tertentu yang terlibat. Risiko tersebut akan bergantung pada daerah mana yang mendapatkan pemeriksaan. Risiko dari endoskopi di antaranya adalah pembiusan berlebih (meskipun pengguaan obat bius biasanya tidak selalu dibutuhkan), merasa kembung selama beberapa saat setelah prosedur berlangsung, kram ringan, mati rasa pada bagian tenggorokan karena penggunaan obat bius lokal, infeksi pada daerah yang diperiksa (hal ini biasanya terjadi apabila prosedur tambahan dilakukan di saat yang bersamaan. Infeksi biasanya bersifat ringan dan dapat diobati menggunakan antibiotik), rasa nyeri di daerah yang mendapatkan endoskopi, perforasi atau robekan pada lapisan lambung atau kerongkongan (jarang terjadi. Dan hanya terjadi pada 1 dari 2500 hingga 11000 kasus), pendarahan bagian dalam (biasanya bersifat minor dan dapat diobati dengan katerisasi endoskopi) serta komplikasi yang berhubungan dengan kondisi yang sedang diderita. 

Hubungi dokter segera apabila Anda menderita gejala seperti kotoran yang berwarna gelap, sesak napas, rasa nyeri pada bagian perut dan terus menerus terjadi, nyeri dada, dan muntah darah seusai Anda mendapatkan endoskopi. Masa pemulihan akan bergantung pada jenis prosedur endoskopi yang Anda dapatkan di RS St. Carolus. Seseorang diminta untuk tidak bekerja atau mengemudi pada hari tersebut seusai endoskopi dilakukan, karena efek obat bius yang digunakan untuk mencegah rasa nyeri. Anda juga bisa merasa nyeri, radang tenggorokan, dan rasa kembung, namun gejala tersebut akan hilang dengan cepat tanpa pengobatan khusus. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *