Hal-hal yang Harus Diketahui tentang Pelumas yang Aman

Apakah Anda termasuk orang yang terbiasa memakai pelumas ketika sedang melakukan hubungan seksual? Kebanyakan orang menggunakan pelumas untuk menghindari rasa sakit ketika penetrasi dilakukan. Pasalnya dalam beberapa kondisi, vagina terasa kering sehingga penetrasi menjadi sulit. Hal inilah yang memicu rasa sakit dan umumnya lebih dirasakan pada wanita-wanita yang sudah memasuki masa menopause. 

Namun tentunya, Anda juga jangan sembarangan dalam menggunakan pelumas. Pastikan Anda memilih pelumas yang aman. Salah satu cirinya adalah teksturnya yang mirip dengan cairan vagina. Jika asal memilih pelumas, Anda bisa saja mengalami infeksi atau iritasi yang berbahaya bagi kesehatan alat vital Anda tentunya. 

Berbicara mengenai pelumas yang aman, banyak hal yang harus Anda ketahui. Berikut ini beberapa fakta mengenai pelumas yang bisa membuat Anda sadar, memilih pelumas yang aman harus ekstra hati-hati. Jika benar memilihnya, manfaatnya akan sungguh berarti. 

Tiga Jenis Pelumas 

Hal utama yang mesti Anda tahu bahwa pelumas banyak jenisnya. Setidaknya, ada tiga jenis pelumas jika dilihat dari basis dasarnya. Pertama, ada pelumas yang berbahan utama air Kedua, ada pelumas yang berbahan dasar minyak. Lalu yang terakhir, ada pelumas yang berbahan dasar silikon tahan air. 

Pelumas yang Aman untuk Kondom 

Pelumas berbahan dasar minyak adalah yang paling tidak aman untuk aktivitas seksual yang menggunakan kondom. Soalnya, minyak bisa merobek kondom Anda. Pelumas berbahan dasar air merupakan pelumas yang aman untuk kondom jenis apapun. Ditambah, jenis pelumas ini tidak menodai seprai Anda. Pelumas dengan bahan dasar silikon tahan air juga bisa dipertimbangkan. Jenis pelumas ini cukup aman apabila dalam aktivitas seksual, Anda menggunakan kondom berbahan lateks. 

Pelumas Pengiritasi Vagina 

Saat Anda berbelanja pelumas, Anda akan menemukan segala macam pilihan di luar sana. Namun, pastikan Anda membeli pelumas yang bisa mempertahankan tingkat pH vagina Anda di kisaran 3,5—4,5. Selain itu, pastikan Anda menghindari bahan-bahan yang menimbulkan iritasi dan peradangan pada vagina. Beberapa bahan tersebut, di antaranya gliserin, nonoksinol-9, minyak, propilen glikol, dan klorheksidin glukonat

Punya Waktu Kedaluwarsa 

Jangan terbiasa menyimpan pelumas dalam jangka waktu yang terlalu lama. Ini bisa menyebabkan pelumas yang aman sekalipun menjadi kedaluwarsa dan menyebabkan reaksi infeksi pada alat kelamin Anda. Sebagai bahan acuan, rata-rata daya tahan produk pelumas komersial bisa bertahan sampai satu tahun. Pastikan waktu tanggal kedaluwarsa ketika Anda membeli produk tersebut. 

Bisa dengan Bahan Natural 

Pelumas yang aman tidak harus dengan produk komersial yang dibuat di pabrik. Anda juga bisa memilih bahan-bahan alami untuk menjadi pelumas bercinta. Mulai dari lidah buaya sampai larutan tepung jagung disebut-sebut sebagai bahan alami yang dapat menjadi pelumas yang aman. 

Beberapa Terasa Lengket 

Beberapa pelumas bisa terasa lengket dan membuat berantakan untuk dibersihkan. Ini bahkan bisa terjadi pada jenis pelumas yang terkategori aman. Anda bisa lebih memilih pelumas yang mengandung minyak kelapa untuk memastikan teksturnya tidak terlalu lengket di kulit sehingga proses bercinta tetap bergairah dan tidak terganggu. 

Pelumas Alami dari Tubuh Sebenarnya, Anda tidak harus selalu menggunakan pelumas ketika bercinta. Bagaimanapun, tubuh akan memproduksi pelumas alami sendiri dari kombinasi kelenjar keringat dan kelenjar minyak. Tentu saja pelumas alami yang diproduksi tubuh ini adalah pelumas yang aman karena bisa menetralkan kadar pH dan urine. Tentunya, pelumas alami dari tubuh ini juga ampuh membuat penetrasi terasa nyaman.

Pelumas yang aman yang Anda pilih tidak hanya mampu membuat aktivitas seksual lebih bergairah dan menyenangkan. Lebih daripada itu, pelumas yang aman bisa menghindarkan Anda dan pasangan dari infeksi maupun iritasi yang tidak diharapkan.